Cari Blog Ini

Memuat...
Read more: http://ariefbudiyantoo.blogspot.com/2013/02/cara-membuat-tulisan-berjalan-mengikuti.html#ixzz2uQjJBIU8

Sabtu, 25 Oktober 2014

I Am The Red Ranger: Asal Usul Desa Getas, Kecamatan Kaloran, Temanggun...

I Am The Red Ranger: Asal Usul Desa Getas, Kecamatan Kaloran, Temanggun...: Saya masih KKN, dan ini adalah sejarah desa yang kami kumpulkan dari berbagai sumber. Credit to Owensky Noerbetha Kurniawan dan Diena...

perubahan menuju hal-hal yang positiv

Selasa, 02 September 2014

Temanggung Tempo Doeloe

ini dia foto-fot jadulnya.. keren banget Gan!

berburu babi di deket kedu temanggung
berburu babi di deket kedu temanggung
Keterangan:
Berburu babi hutan di kampung Gondangan dekat Kedu Temanggung tahun pembuatan 1901
bis-parakan
bis-parakan Temanggung
Keterangan :
Bus Parakan – Wonosobo, foto ini di kledung, sepertinya warga pribumi masih sedikit yang menaikinya
Tahun dibuat 12 Oktober 1923
jembatan temanggung
jembatan temanggung
 Keterangan :
Jembatan di Temanggung
tahun dibuat 1929
kolam renang
kolam renang
Keterangan:
Rumah asisten Louis Henry Eduard Schoonheyt di Temanggung di bawahnya terdapat kolam renang
Tahun dibuat Agustus 1924
lokomotif
kereta api ini berada di atas kali progo Temanggung pada tahun 1910
Keterangan:
Locomotief op een spoorbrug over de Kali Progo bij Temanggoeng in de lijn van Setjang naar Parakan ( kereta api ini berada di atas kali progo Temanggung pada tahun 1910)
jembatan progo temanggung jaman sekarang
orang eropa
orang eropa lagi di temanggung
Keterangan:
 Orang Eropa di Kledung
Tahun di buat 12 Oktober 1923
sindoro temanggung
di gunung Sindoro temanggung
Keterangan:
foto ini di atas Gunung Soendoro Temanggung
Tahun di buat Juli 1922
sumbing Temanggung
ini di gunung Sumbing Temanggung
Keterangan :
Pengambilan poto ini diatas Gunung Sumbing
Tahun di buat Juli 1921
rumah lois
rumah lois
Keterangan :
Judul Rumah Asisten Louis Henry Eduard Schoonheyt di Temanggoeng
mungkin kadang temanggung punya info dimana lokasi foto ini sekarang
Tahun di buat 1919
kali kuas temanggung
kali kuas temanggung
Keterangan:
Judul Jembatan di Temanggoeng
Tahun di buat 1929
kawah sumbing temanggung
kawah sumbing temanggung
Keterangan :
Pengambilan poto ini diatas Gunung Sumbing
Tahun di buat Juli 1921
suasana sekolah temanggung
suasana sekolah temanggung
Keterangan:
Judul Murid, Sekolahan, Guru, Temanggung
Tahun Pembuatan 1910
sumber Netherlands Institute
tani tembakau temanggung
tani tembakau temanggung
jalan parakan - temanggung
jalan parakan - temanggung
Keterangan :
Judul Gambar : Weg van Parakan-Temangoeng
Tahun Dibuat : 1884
perubahan menuju hal-hal yang positiv

THE LOST ARK: Legenda Bambu Runcing dari Parakan

THE LOST ARK: Legenda Bambu Runcing dari Parakan:    Para pejuang memasuki kota Parakan  1945 P arakan 27 September 1945, para pemuda yang tergabung dalam Badan Keamanan Rakyat ( BKR )...

perubahan menuju hal-hal yang positiv

Misteri Situs Liyangan Bagian Kisah Temanggung di Masa Lalu

Situs Liyangan berupa candi ukuran kecil, dan hingga kini di kawasan penambangan pasir di lereng Gunung Sindoro itu masih ditemukan benda-benda bersejarah lain, di kawasan dengan ketinggian sekitar 1.400 di atas permukaan air laut tersebut pertama kali ditemukan sebuah talud, yoni, arca, dan batu-batu candi, diduga bahwa situs tersebut sebuah perdusunan karena di antara benda temuan terdapat sisa-sisa rumah berbahan kayu dan bambu. (photo: indonesianspaceresearch.blogspot.com)
Situs Liyangan berupa candi ukuran kecil, dan hingga kini di kawasan penambangan pasir di lereng Gunung Sindoro itu masih ditemukan benda-benda bersejarah lain, di kawasan dengan ketinggian sekitar 1.400 di atas permukaan air laut tersebut pertama kali ditemukan sebuah talud, yoni, arca, dan batu-batu candi, diduga bahwa situs tersebut sebuah perdusunan karena di antara benda temuan terdapat sisa-sisa rumah berbahan kayu dan bambu. (photo: indonesianspaceresearch.blogspot.com)
Entah mengapa akhir-akhir ini saya begitu gemar menulis tentang keunikan sejarah dan mitos lainnya yang ada di kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Bukan karena banyaknya para wanita cantik yang begitu menggoda disana, ya mungkin karena saya memang lama menyimpan rasa cinta dengan kabupaten Temanggung, dan juga karena saat ini saya telah memiliki pendamping hidup yang sangat saya cintai berasal dari kabupaten Temanggung itu sendiri.
Selain itu kabupaten Temanggung ternyata banyak menyimpan 1001 cerita sejarah dan mitos-mitos unik lainnya yang membuat saya semakin penasaran untuk mengungkap keberadaan kabupaten Temanggung, yang juga  begitu banyak menyimpan kisah dan misteri yang menarik perhatian saya.
Sebelumnya saya berusaha mengupas tentang keberhasilan kabupaten Temanggung dengan sumber daya alamnya yaitu pada dunia agro pertanian tembakau, dan belum lama kemudian saya juga berusaha mencoba mengungkap tentang misteri Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Kali ini saya akan mencoba menyampaikan sedikit banyak tentang situs-situs prasejarah yang menjadi bagian dari sejarah kabupaten Temanggung dengan kisah dan mitos misterinya.
Pada tulisan saya kali ini, saya juga akan sedikit banyak mengambil referensi dari artikel-artikel lainnya yang dapat dipertanggung jawabkan, termasuk pula saya akan mencoba mensari beberapa sumber terkait yang dapat mendukung tulisan saya kali ini.
Harian Kompas dan beberapa media nasional lainnya pada tanggal 4 September 2012 lalu pernah memuat berita tentang penemuan situ prasejarah yang ditemukan tanpa sengaja oleh penambang pasir asal Desa Purbosari, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.
Saat itu ditemukan Situs Liyangan yang berada di bawah Gunung Sindoro di Kabupaten Temanggung pada kedalaman delapan meter di bawah permukaan tanah. Di sekitar candi ditemukan pula bangunan rumah yang mengindikasikan adanya permukiman penduduk dimasa lalu sejarah situs tersebut. Situs Liyangan ditemukan oleh penambang pasir Desa Purbosari, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung diperkirakan pada tahun 2008.
Untuk mengungkap keberadaan situs tersebut pada 14-20 April 2009 tim dari Balai Arkeologi Yogyakarta melakukan penelitian terhadap benda-benda temuan yang terkubur pasir dengan kedalaman sekitar tujuh hingga 10 meter, berdasarkan hasil penelitian tim Balai Arkeologi Yogyakarta kemudian menyimpulkan bahwa situs tersebut merupakan sebuah permukiman pada zaman Mataram Kuno. (photo: indonesianspaceresearch.blogspot.com)
Untuk mengungkap keberadaan situs tersebut pada 14-20 April 2009 tim dari Balai Arkeologi Yogyakarta melakukan penelitian terhadap benda-benda temuan yang terkubur pasir dengan kedalaman sekitar tujuh hingga 10 meter, berdasarkan hasil penelitian tim Balai Arkeologi Yogyakarta kemudian menyimpulkan bahwa situs tersebut merupakan sebuah permukiman pada zaman Mataram Kuno. (photo: indonesianspaceresearch.blogspot.com)
Menurut sejarah penemuan awal Situs Liyangan oleh masyarakat setempat, yaitu pada tahun 2008 masyarakat Temanggung tiba-tiba saja dikejutkan dengan adanya sebuah penemuan candi lagi, di sebuah penambangan pasir tidak jauh dari candi Pringapus, tepatnya di Dusun Liyangan, Desa Purbasari Kecamatan Ngadirejo sekitar 20 kilometer arah barat laut dari kota Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.
Situs Liyangan berupa candi ukuran kecil, dan hingga kini di kawasan penambangan pasir di lereng Gunung Sindoro itu masih ditemukan benda-benda bersejarah lain, di kawasan dengan ketinggian sekitar 1.400 di atas permukaan air laut tersebut pertama kali ditemukan sebuah talud, yoni, arca, dan batu-batu candi, diduga bahwa situs tersebut sebuah perdusunan karena di antara benda temuan terdapat sisa-sisa rumah berbahan kayu dan bambu.
Kemudian terjadi kembali penemuan berupa sebuah bangunan candi yang tinggal bagian kaki dan di atasnya terdapat sebuah yoni yang unik, tidak seperti umumnya, karena yoni ini memiliki tiga lubang, profil klasik Jawa Tengah pada kaki candi menandakan candi ini berasal dari abad 9 Masehi.
Yang menjadi misteri dan sangat spektakuler adalah temuan terakhir pada akhir Maret 2010 berupa rumah panggung dari kayu yang hangus terbakar dan masih tampak berdiri tegak. Satu unit rumah tersebut berdiri di atas talud dari batu putih setinggi 2,5 meter.
Selain itu juga ditemukan satu unit rumah kayu lain yang baru tampak pada bagian atapnya, menurut perkiraan bangunan rumah tersebut berada dalam satu kompleks dengan candi dan kemungkinan merupakan satu zaman.
Balai Arkeologi Yogyakarta memperkirakan kedua unit rumah itu merupakan bangunan rumah masa Mataram Kuno, dan bisa kemungkinan pada abad 9 Masehi silam tempat tersebut adalah sebuah desa atau dusun kecil yang menghilang dengan terjadinya proses alam seperti tanah longsong atau gempa bumi lainnya. Sehingga tempat tersebut terpendam lonsorann tanah dan pasir atau lahar yang begitu derasnya.
Sejauh ini Pemerintah Kabupaten Temanggung untuk kepentingan penelitian situs ini telah membebaskan lahan sekitarnya seluas 5.630 meter persegi milik warga setempat yang saaty itu digunakan untuk penambangan galian C.  Penelitian situs ini sangat penting untuk mengungkap misteri sejarah peradaban jaman Mataram Kuno, yang membangun perkampungan di Liyangan. (photo: arcomsoekarno.blogspot.com)
Sejauh ini Pemerintah Kabupaten Temanggung untuk kepentingan penelitian situs ini telah membebaskan lahan sekitarnya seluas 5.630 meter persegi milik warga setempat yang saaty itu digunakan untuk penambangan galian C. Penelitian situs ini sangat penting untuk mengungkap misteri sejarah peradaban jaman Mataram Kuno, yang membangun perkampungan di Liyangan. (photo: arcomsoekarno.blogspot.com)

Dari hasil penelitian sementara yang berhasil dikumpulkan tim arkeologi, bahwa secara umum, potensi data arkeologi situs Liyangan tergolong tinggi berdasarkan indikasi, antara lain luas situs dan  keragaman data berupa bangunan talud, candi, bekas rumah kayu dan bambu, strutur bangunan batu, lampu dari bahan tanah liat, dan tembikar berbagai bentuk.
Disisi lain juga diperoleh kabar berupa struktur bangunan batu, temuan tulang dan gigi hewan, dan padi, berdasar gambaran yang lain dari hasil survei penjajakan tersebut Balai Arkeologi Yogyakarta menyimpulkan bahwa Situs Liyangan merupakan situs dengan karakter kompleks, yaitu yang mengindikasikan bahwa lokasi  tersebut adalah situs permukiman atau sebuah desa atau dusun di masanya, selain itu merupakan pula situs ritual, dan situs pertanian.
Kunikan lain dari hasil penemuan selanjutnya adalah luasan imajiner situs Liyangan berdasarkan survei diperkirakan tidak kurang dari dua hektare. Di area tersebut tersebar data arkeologi misteri yang menunjukkan sebagai situs perdusunan masa Mataram Kuno. Mengingat sebagian situs terkubur lahar, masih sangat dimungkinkan luasan situs lebih dari hasil survei.
Hasil penelitian tim Balai Arkeologi menyimpulkan bahwa data arkeologi berupa sisa-sisa rumah berbahan kayu dan bambu merupakan situs perdusunan masa Mataram Kuno sekitar 1.000 tahun lalu. Akan tetapi yang menjadi tanda tanya dan menjadi penelitian yang menarik adalah, kayu-kayu yang menjadi bagian terpenting bangunan di area situs Liyangan tersebut hingga sekarang sebagian nampak masih kokoh tidak termakan zaman.
Justru sebagian kayu-kayu tersebut masih nampak utuh tampa cacat sedikitpun. Hingga sampai sekarang penelitian tentang kayu-kayu tersebut masih dilakukan di  laboratorium Balai Arkeologi Yogyakarta.
Mitos dan misteri Liyangan  beserta kompleksnya menceritakan bahwa dengan penggalian tersebut maka setelah tanah terpotong akan kelihatan secara konstruksi dan diketahui tanah lapisan budaya, maka akan merekonstruksi pula adanya aktivitas manusia masa lampau serta peristiwa apa saja yang pernah terjadi pada kawasan situs Liyangan, akan tetapi masih diperlukan  metode yang benar untuk mengungkap misteri yang ada pada Liyangan dan kompleksnya tersebut.
Dan mulanya di lokasi penambangan pasir tersebut ditemukan situs yang diduga tempat pemujaan atau ritual lainnya, namun terakhir ditemukan pula bekas bangunan dari kayu dan bambu yang telah menjadi arang dan di bawahnya terdapat talud dari batu putih setinggi 2,5 meter dan terdapat saluran air.
Adanya temuan bangunan saluran air tersebut menandakan bahwa waktu itu sudah ada manajemen air. Melihat konstruksi kayu dengan garapan yang halus dan menggunakan atap dari ijuk menandakan bahwa masyarakat pada masa  itu telah memiliki budaya dan seni arsitektur  yang cukup baik di zamannya.
Namun yang perlu menjadi perhatian semua pihak termasuk pemerintah daerah kabupaten Temanggung adalah penemuan situs Liyangan merupakan satu-satunya yang pernah ditemukan di Indonesia, sehingga memiliki arti sangat penting bukan hanya bagi pengembangan kebudayaan di Indonesia, tetapi juga dalam skala internasional, oleh sebab itu perlu dilakukan upaya penyelamatan guna penelitian dunia ilmiah.
Pemerintah kabupaten Temanggung sangat memiliki peranan penting untuk menopang dan mendukung penelitian peninggalan sejarah tersebut. Karena ini juga merupakan bagian aset daerah yang berharga untuk generasi muda mendatang dan bangsa Indonesia, termasuk pula bagian dari situs sejarah dunia yang ada.
*****
Artikel disari dari berbagai sumber (dbs)
perubahan menuju hal-hal yang positiv

belajar filosofi hidup dari alam

Banyak hal mungkin yang telah diajarkan oleh para guru atau pun oleh buku-buku pelajaran yang telah kita baca. Atau mungkin telah diajarkan oleh orang tua atau lingkungan kita. Tapi pernahkah anda melihat ke alam disekitar anda. Banyak hal yang bisa dipelajari di alam ini, kita juga bisa menemukan filosofi hidup dari kehidupan alam ini.


1. Padi 

Pasti anda tak asing lagi dengan tanaman yang satu ini, karena makanan pokok sebagian besar orang Indonesia merupakan nasi, yang berasal dari tanaman padi. Padi saat masih muda berwarna hijau dan berbentuk seperti rumput. Ia akan terus tumbuh ke atas dan kemudian akan berbunga ketika telah dewasa. Bunga yang telah dibuahi lama kelamaan akan tambah merunduk karena menahan berat bulir-bulir padi yang berisi beras. Hal yang bisa kita ambil dari padi adalah jika kita semakin banyak ilmu (layaknya beras pada padi) maka kita seharusnya juga akan lebih bisa menghargai dan menghormati orang lain, terutama yang telah mengajari kita ilmu-ilmu tersebut.


2. Bambu

Bambu, katanya, adalah tanaman yang unik. Waktu ditanam, kurang lebih empat tahun pertama, bambu belum menampakkan pertumbuhannya yang penting. Tapi, pada saat itulah, akar-akar bambu tumbuh subur. Pada tahun kelima, setelah pertumbuhan akarnya selesai, barulah batang bambu akan muncul. Tumbuh, menjulang ke atas langit. Itulah salah satu yang dapat kita pelajari. Belajarlah dari pohon bambu ini. Kalau kamu mau menjadi orang hebat dan besar, kita harus membangun pondasinya lebih dulu.
Pelajaran kedua dari bambu adalah soal karakter dan cara hidupnya. Bambu adalah satu-satunya tanaman di Asia Pasifik yang fungsinya sangat banyak. Ia pun bisa hidup di alam dengan ragam cuaca, dari tropis ke subtropis. Dari klasifikasinya, bambu tergolong dalam tanaman rumput. Tapi, bambu adalah rumput spektakuler. Tingginya terentang dari 30 cm sampai 30 meter. Ia sebuah tanaman rumput yang unik. Nah, inilah pelajarannya. Meskipun berlatar tanaman rumput, bambu menjadi beda lantaran karakternya. Kegunaan dan caranya bambu mengekspresikan dirinya menjadikan bambu sebagai rumput yang berbeda. Dalam kehidupan pun, latar belakang kita sebenarnya bukanlah penentu. Tetapi, bagaimana kita berupaya mengekpresikan potensi diri, tidak peduli latar belakang yang ada. Itulah yang akhirnya, membuat kita menjadi pribadi yang luar biasa.
Filosofi bambu lainnya adalah soal kegigihan dan keinginan untuk hidup dalam situasi sulit sekalipun. Saat Hiroshima dan Nagasaki dihujani bom atom, hampir seluruh kehidupan di wilayah itu hancur, semua bangunan rata dengan tanah. Tapi, tidak lama, ada jenis mahkluk hidup yang kembali menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Tak lain adalah bambu. Hal ini mengajari kita untuk tidak terkungkung oleh masa lalu, kegagalan, tetapi segera bangkit untuk berusaha maju. Tidak berlama-lama mengutuki kegelapan, tetapi segera bangkit untuk menyalakan pelita.
Terakhir, bambu juga mengajari kita soal fleksibilitas. Jarang, kita menyaksikan bambu roboh. Di tengah tumbangnya pohon-pohon lain akibat serangan angin puting beliung, bambu tetap kokoh tak bergeming. Selain karena akarnya yang kuat, juga batangnya yang bergoyang bersama angin. Akibatnya, dalam cuaca dan angin kencang, pohon bambu bergoyang dan mengeluarkan desis suara, mengikuti irama angin. Tapi, tidak pernah tumbang. Sementara itu, pohon-pohon lain dengan batang lebih besar, justru tidak kuat menghadapi ganasnya angin. Inilah yang saya sebut dengan fleksibilitas. Pelajarannya? Kita perlu fleksibel dalam menghadapi tantangan dan kesulitan. Dengan begitu, kita tetap akan hidup dan berjaya.


3. Jeruk

Tak ada satupun jeruk di dunia ini yang sama persis. Ada yang kecil, ada besar. Ada segar, ada busuk. Ada oranye dan ada pula yang kuning. Ada yang manis serta pasti ada pula yang asam. Begitu besarnya kuasa Tuhan dalam penciptaan hingga tak ada dua jeruk yang benar-benar sama persis.Begitulah pelajaran berharga yang bisa kita dapat dari jeruk. Artinya, dunia ini diciptakan beragam. Ada yang kaya, ada yang jahat, ada yang pintar, ada yang sempurna, ada yang hitam, dan sebagainya.Tuhan telah mendesain segala hal di alam semesta ini sedemikian rupa agar dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk manusia.


4. Kelapa

Kita semua pasti tahu pohon kelapa. Pohon yang dikenal memiliki manfaat hampir disemua bagian tubuhnya, tumbuhan yang cikalnya juga menjadi lambang dari gerakan pramuka ini telah lama dimanfaat kan oleh manusia. misalnya:


  • Daunnya bisa digunakan sebagai pembungkus makanan seperti ketupat
  • Tulang daunnya dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan sapu lidi
  • Bungganya dapat digunakan sebagai pewarna (merah) alami 
  • Buahnya dapat untuk memesak ataupun bisa untuk dijadikan minuman
  • Batangnya dapat digunakan sebagai material bangunan
  • Dll
Selain dikenal dengan manfaatnya, kelapa juga dikenal karena dapat hidup dibanyak tempat. Mulai dari tepi pantai sampai pegunungan.
Pelajaran yang dapat kita ambil dari pohon kelapa ini adalah sebagai manusia kita hendaknya dapat menggunakan kelebihan kita masing-masing untuk membantu/bermanfaat bagi orang lain, dan juga dapat dengan mudah beradaptasi dengan lingkungan dimanapun kita berada.

5. Lumut 
Lumut, dikenal sebagai tumbuhan perintis karena kemampuannya untuk hidup ditempat yang belum dapat ditinggali oleh tumbuhan lain. Tumbuhan lain biasanya baru bisa meninggali suatu tempat yang sebelumnya tidak ada tumbuhannya setelah lumut berada ditempat tersebut.
Begitu juga dengan kita yang dianugerahi akal pikiran, dan seharusnya digunakan untuk memikirkan dan menemukan inovasi-inovasi baru.

perubahan menuju hal-hal yang positiv